Dari mu, aku mendengar kata-kata itu. Selamanya aku tidak ingin melupakan bagaimana rasanya saat itu, engkau berkata ‘aku mencintaimu’. Hari itu adalah masa ketika engkau mengajariku melihat kecantikan.
Aku pikir, aku tidak akan pernah mendengar kata-kata itu dari seseorang sepertimu. Seseorang yang bagiku berada di luar jangkauanku. Namun engkau tidak meragukanku. Cara mu berkata dan menatap menyempurnakan masa itu. Karunia yang begitu indah.
Mereka berkata, betapa halusnya wajahmu. Bagiku, menyentuh wajahmu bagaikan menyentuh langit, karya yang begitu agung. Hari-hari yang kau jalani seperti pelangi, mewarnai hari-hari orang lain dan indah pada waktunya. Engkau begitu menikmati ekspresi gayamu, membias serasi dengan tubuhmu, seperti matahari membiaskan cahayanya terhadap butir-butir air di langit membentuk pelangi.
Aku begitu dekat dengan kecantikanmu. Aku tahu, aku hanyalah seseorang yang lewat dalam hari-harimu. Tapi tahukah kau, apa yang telah kau berikan pada masa itu. Langit membuka tingkap-tingkapnya, mencurahkan kemuliaan sang pencipta. Jika aku boleh mengandaikannya, itu seperti adam yang melihat dan menyentuh hawa untuk pertama kalinya.
Wow keren ;j
YYDW

Entries (RSS)